Empat Pemain Baru Persija Terancam Gagal Tampil Di LCA

Persija Jakarta mendapatkan masalah serius dengan empat pemain baru mereka terancam tidak bisa tampil dalam laga babak kualifikasi dari Lig Champions Asia atau LCA. Pihak Persija sendiri sangat berharap adanya solusi untuk masalah tersebut.

Laga Liga CHampions Asia 2019 nanti Persija kemungkinan besar tampil tanpa kekuatan penuh ketika melawan Home United pada 5 Februari nanti. Empat pemain baru Persija yaitu Vinicius Lopes Laurindo, Jakhongir Abdumuminov, Bruno Matos ditambah Ryuji Utomo bersa kemungkinan tidak mendapatkan ijin untuk tampil bermain,

Para pemain tersebut belum mengantongin ijin ITC atau Internasional Transfer Certificate dikarena masa transfer Liga Indonesia masih belum dimulai. Aktifitas transfer Liga Indonesia sendiri baru akan dibuka pada 15 Februari nanti.

Dari pihak PSSI selaku Badan Sepakbola Indonesia sudah melakukan pembicaraan dengan pihak FIFA dan AFC namun masih belum membuahkan hasil. Bahkan PSSI dinilai tidak mau berusaha membantu Pihak Persija di ajang LCA.

Jika Persija gagal di ajang LCA maka secara otmatis mereka akan berlaga di babak fase Grup Piala AFC 2019 nanti. Tim yang berjulukan Macan Kemayoran itupun sangat berharap bisa memainkan kekuatan penuhnya di ajang AFC nanti.

“Kami berharap bisa karena jendela waktunya 15 Februari, sedangkan pertandingan (Piala AFC) 26 Februari. Ada tujuh hari sebelum laga pertama. Kami berharap ada mukjizat dari PSSI dan AFC bisa mengakomodir keinginan kami,” ujar COO Persija Rafil Perdana.

Izin ITC bisa saja menyusul diberikan namun kembali lagi semuanya ada ditangan dari PSSI dalam hal membicarakan dengan pihak Otoritas AFC.

“Kalau saya pikir bisa, cuma bagaimana PSSI berkomunikasi dengan AFC itu yang penting. ITC mulai dari pemain datang sudah kami mulai urus, tapi kan jendela transfer belum dibuka,” sambungnya.

Walaupun terancam gagal tampil dengan skuat terbaik mereka, Persija tetap optimis dan akan berjuang semampunya di ajang LCA nanti. Rafil Perdana sendiri sangat percaya dengan kemampuan sang pelatih Ivan Kolev untuk mencari solusi strategi mengatasi problem tersebut,

“Tentunya kami harus berpikir keras bagaimana caranya dan itu tanggung jawab head coach dan asisten pelatih beserta ofisial tim, bagaimana mereka bisa meramu skema yang pantas untuk menjalani LCA,” tegasnya.